Relawan Matahari 08 Longmarch di Monas, Tegaskan Dukungan Kritis terhadap Program Strategis Prabowo
JAKARTA, BalleBale.com – Ratusan relawan yang tergabung dalam Barisan Matahari 08 menggelar aksi longmarch damai dari kawasan IRTI Monas menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026). Dengan mengenakan kaus putih bertuliskan “Mata Hati Rakyat Indonesia”, para peserta menyampaikan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menyerukan pentingnya pengawalan kebijakan secara kritis dan bertanggung jawab.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut diwarnai pembacaan delapan poin pernyataan sikap yang menekankan dukungan terhadap Program Strategis Nasional, penguatan penegakan hukum, ajakan menjaga persatuan, serta komitmen membangun ruang dialog yang sehat tanpa tindakan anarkis maupun intimidasi.
Sekretaris Jenderal Matahari 08, Des Afrina Afif, mengatakan dukungan yang diberikan organisasinya bukan sekadar bentuk loyalitas politik, melainkan lahir dari keyakinan bahwa berbagai program pemerintah memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dijalankan secara konsisten dan diawasi bersama.
“Kami percaya keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat. Karena itu kami memilih berada di barisan yang mendukung sekaligus mengawal agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat, terlaksana secara transparan, dan memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.
Menurutnya, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kartu Keluarga Sejahtera (KDKMP), Kartu Nikah Muda Produktif (KNMP), hingga Sekolah Rakyat merupakan agenda yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa agar cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud.
Senada dengan itu, tokoh relawan Matahari 08, Fitje Montolalu, menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol masyarakat. Ia menilai kritik yang disampaikan secara santun justru menjadi bagian penting dalam memperkuat jalannya pemerintahan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi pendukung pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap berbagai persoalan. Justru dukungan yang sehat adalah ketika masyarakat berani memberikan masukan yang objektif demi penyempurnaan kebijakan. Dengan cara itulah demokrasi dapat berjalan lebih dewasa,” kata Fitje.
Aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu mendapat pengawalan aparat kepolisian dan berjalan dengan aman hingga selesai. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah pembacaan pernyataan sikap oleh Randy Kurniawan dan Ghina serta penyampaian orasi dari sejumlah perwakilan relawan.
Melalui delapan poin sikap yang dibacakan dalam aksi tersebut, Matahari 08 menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi program strategis nasional, mendorong penegakan hukum yang adil, menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan bangsa, mengutamakan kepentingan rakyat, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju.