Momen Langka, Dua Kepala Imigrasi Terbaik Bertemu di Tangerang
Tangerang, Ballebale.com – Pungki Handoyo resmi mengambil alih tongkat komando dari Hasanin sebagai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang dengan membawa misi besar memperkuat pelayanan publik, melahirkan program inovatif, dan meningkatkan pengawasan keimigrasian.
Bukan tugas ringan yang kini berada di pundak Pungki. Imigrasi Tangerang dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat, sekaligus memastikan pengawasan dan penegakan hukum terhadap orang asing berjalan optimal.
Pungki sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur. Pengalaman memimpin kantor tersebut menjadi modal penting untuk membawa gagasan pembaruan ke tempat tugas barunya.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko bersama jajaran pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam rotasi jabatan tersebut, Hasanin mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Gorontalo. Sementara Pungki dipercaya memimpin Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang.
Pergantian tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-447.SA.03.03 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dari Jabatan Manajerial dan Nonmanajerial serta Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemenimipas.
Keduanya kembali dipertemukan dalam acara pisah sambut yang berlangsung di Kantor Imigrasi Tangerang, Jumat (6/11/2026). Momen tersebut menjadi pertemuan istimewa antara pejabat yang mengakhiri masa tugas dan pemimpin baru yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
Pungki Siapkan Inovasi, Masyarakat Jadi Prioritas
Pungki menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akan menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan tugasnya di Tangerang.
Ia ingin pelayanan paspor tidak berhenti pada pemenuhan prosedur administratif. Lebih dari itu, masyarakat harus mendapatkan pengalaman pelayanan yang ramah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian.
“Ini merupakan amanah besar yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin membawa pelayanan Imigrasi Tangerang semakin dekat dengan masyarakat. Pelayanan paspor harus semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kenyamanan bagi setiap pemohon,” ujar Pungki kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP).
Ia juga berkomitmen menyusun program-program inovatif yang selaras dengan tagline Imigrasi untuk Rakyat.
Menurutnya, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja agar institusi mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dan perubahan zaman.
“Kami akan melihat potensi yang ada, melakukan evaluasi, dan menyusun program-program terdepan yang memberikan manfaat nyata. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Imigrasi hadir bukan hanya untuk menjalankan administrasi, tetapi juga memberikan solusi melalui pelayanan yang berkualitas,” katanya.
Pengawasan Orang Asing Jadi Agenda Penting
Di balik rencana peningkatan pelayanan, Pungki juga menaruh perhatian terhadap pengawasan dan penindakan keimigrasian.
Pengawasan orang asing membutuhkan strategi yang terukur, koordinasi lintas instansi, serta kemampuan merespons setiap indikasi pelanggaran sesuai ketentuan hukum.
Pengalaman Pungki selama memimpin Imigrasi Jakarta Timur diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan di Tangerang.
“Pelayanan dan pengawasan merupakan dua tanggung jawab yang harus berjalan seimbang. Kami akan memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar pengawasan orang asing semakin efektif dan setiap tindakan keimigrasian dilaksanakan secara profesional serta sesuai aturan,” demikian draf pernyataan Pungki.
Estafet Kepemimpinan, Tantangan Baru Imigrasi Tangerang
Kepemimpinan Pungki kini menjadi harapan baru bagi penguatan kinerja Imigrasi Tangerang. Pengalaman yang dibawa dari Jakarta Timur diharapkan dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan pembaruan dalam tata kelola pelayanan maupun pengawasan.
Sementara itu, Hasanin melanjutkan pengabdian dengan tugas baru di Gorontalo. Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesinambungan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Imigrasi.
Publik kini menanti pembuktian dari kepemimpinan Pungki. Sebab, ukuran keberhasilan bukan semata-mata banyaknya program yang diluncurkan, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang lebih baik dan negara semakin kuat dalam menjaga tertib keimigrasian.
Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, Pungki memiliki kesempatan untuk menjadikan Imigrasi Tangerang sebagai institusi yang semakin responsif, inovatif, dan dipercaya masyarakat. (ELN)