Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Jakarta News/Pemprov DKI Bebaskan Ijazah 2.810 Warga Senilai Rp4,67 Miliar, Buka Jalan Menuju Dunia Kerja
Jakarta News

Pemprov DKI Bebaskan Ijazah 2.810 Warga Senilai Rp4,67 Miliar, Buka Jalan Menuju Dunia Kerja

By Darmo Gandul
October 28, 2026

Jakarta Ballebale.com — Sebanyak 2.810 warga Jakarta mendapatkan bantuan pemutihan ijazah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Tahap II Tahun 2026 dengan total anggaran Rp4,67 miliar. Program ini menjadi upaya pemerintah membuka kembali akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi warga yang ijazahnya tertahan akibat keterbatasan biaya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pramono menegaskan, kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, dan membangun masa depan.

“Jangan sampai anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazahnya tertahan. Setelah ijazah dapat diakses kembali, mereka harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, dan membangun masa depan,” ujar Pramono.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, bantuan senilai Rp4.671.693.000 tersebut menjangkau lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Penerimanya terdiri atas 199 lulusan sekolah dasar (SD), 911 lulusan sekolah menengah pertama (SMP), 304 lulusan sekolah menengah atas (SMA), 1.104 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), 289 lulusan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta tiga lulusan sekolah luar biasa (SLB).

Penetapan penerima dilakukan melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi secara berjenjang. Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkoordinasi dengan satuan pendidikan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi persyaratan.

Melalui program pemutihan ijazah, Pemprov DKI berupaya mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini membatasi akses warga terhadap dokumen kelulusan. Ijazah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, melamar pekerjaan, maupun meningkatkan keterampilan.

Semangat Sumpah Pemuda dan Kesempatan yang Setara

Dalam upacara bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu, Pramono juga membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Ia menekankan bahwa pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus disertai kepedulian terhadap sesama.

“Nasionalisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” kata Pramono saat membacakan amanat Menpora.

Ia menegaskan, Pemprov DKI akan terus berupaya membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar dapat tumbuh dengan semangat pengabdian, kegigihan dalam perjuangan, serta kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Kami berpesan, masa depan bangsa sedang kita bangun sekarang. Pemprov DKI akan terus membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka tumbuh patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” ujarnya.

Ijazah Tertahan Sejak 2023, Kini Bisa Digunakan untuk Melamar Kerja

Manfaat program tersebut dirasakan Muhammad Rafli Husain, 20 tahun, warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Ijazah SMA Muhammadiyah 16 miliknya tertahan sejak 2023 karena ia belum mampu memenuhi biaya penebusan.

Bagi Rafli, bantuan tersebut bukan sekadar penyelesaian persoalan administrasi sekolah, melainkan kesempatan untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam hidupnya, terutama untuk mencari pekerjaan.

“Karena keuangan saya belum memenuhi buat tebus ijazah di sekolah. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan ini. Ini berharga banget buat saya, karena ini penting untuk berlanjut kerja,” ungkap Rafli.

Program pemutihan ijazah ini diharapkan dapat membantu warga yang menghadapi kendala serupa agar kembali memiliki akses terhadap dokumen kelulusan. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi tidak terus menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, dan memperbaiki taraf hidup.[**]

Tags:

PemprovDKIJakartaPemutihanIjazahPramonoAnungSumpahPemuda2026
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Erick Thohir: Pemuda Indonesia Harus Patriotik, Gigih, dan Berempati

Next

Fadli Zon: Musik Indonesia Punya Peluang Besar Menaklukkan Pasar Dunia

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Polda Metro Jaya Apresiasi Aksi Damai di Jakarta, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
  • Polri Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi secara Damai dan Jaga Fasilitas Publik
  • Kadivhumas Polri Apresiasi Penyampaian Aspirasi yang Tertib
  • NNCC Tiongkok Apresiasi Polri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional di Aceh
  • Fadli Zon: Musik Indonesia Punya Peluang Besar Menaklukkan Pasar Dunia

Archives

  • October 2026 (394)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network