Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/News/Gus Syaifuddin: Santri Tak Boleh Jadi Penonton, Harus Adaptif Hadapi Indonesia Emas
News

Gus Syaifuddin: Santri Tak Boleh Jadi Penonton, Harus Adaptif Hadapi Indonesia Emas

By admin
October 22, 2026

 

JAKARTA, BalleBale.com — Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, menegaskan peran santri tak boleh lagi terjebak dalam rutinitas seremonial semata. Di tengah akselerasi menuju Indonesia Emas, ia menuntut para santri bertransformasi menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap teknologi dan kompetitif secara global.

 

Pernyataan ini disampaikan Gus Syaifuddin dalam peringatan Hari Santri Nasional, Kamis, 22 Oktober 2026. Ia menilai santri memegang peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa, bukan sekadar pewaris tradisi keilmuan Islam atau pelengkap upacara keagamaan.

 

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa,” ujar Gus Syaifuddin dalam keterangannya di Jakarta.

 

Menurut dia, tantangan zaman telah bergeser. Nilai-nilai keikhlasan dan akhlak yang ditanamkan di pesantren harus bermetamorfosis menjadi kekuatan intelektual dan produktivitas nyata. Santri masa kini, kata dia, dituntut memiliki nalar kritis, melek literasi digital, serta kemampuan kewirausahaan untuk menjawab problem sosial yang kian kompleks.

 

Gus Syaifuddin mendorong pesantren untuk tidak hanya berfungsi sebagai benteng moral, tetapi juga inkubator inovasi. Penguatan kualitas pendidikan pesantren harus berjalan beriringan dengan penguasaan sains dan teknologi.

 

“Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi. Membawa nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan semangat pengabdian untuk kemajuan Indonesia,” tuturnya.

 

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan peringatan Hari Santri tidak diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari kontribusi nyata santri dalam pemberdayaan ekonomi umat dan kemajuan peradaban. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Gus Syaifuddin menagih komitmen kolektif untuk menjembatani nilai luhur agama dengan kebutuhan pembangunan modern.

 

“Santri menguatkan negeri bukan sekadar slogan, melainkan komitmen membangun kemandirian demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” kata dia.

Tags:

Gus Syaifuddinperan santriseremonialUmum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI)
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya

Next

Rano Karno Perkuat Kolaborasi dengan Industri Film AS, Jakarta Bidik Pusat Sinema Asia Tenggara

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Bukan Video Klip Biasa! Andien Sulap “Naksir” Jadi Ajang Casting Nyentrik Bertabur Artis
  • Rano Karno Perkuat Kolaborasi dengan Industri Film AS, Jakarta Bidik Pusat Sinema Asia Tenggara
  • Gus Syaifuddin: Santri Tak Boleh Jadi Penonton, Harus Adaptif Hadapi Indonesia Emas
  • Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya
  • Polri: Perkuat Patroli Hutan Terpadu, Rescue Satwa Terdampak dan Pengamanan agar Orang Utan Terlindungi

Archives

  • October 2026 (305)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network