Bonte Cari Pahala Hadir di Bandung, Buka Layanan Terapi Gratis dan Pelatihan bagi Masyarakat
BANDUNG, BalleBale.com — Akses terhadap layanan kesehatan dan keterbatasan biaya masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Berangkat dari persoalan tersebut, Roadshow Bonte Cari Pahala 2026 akan menghadirkan layanan kesehatan tradisional holistik secara gratis di Bandung, Jawa Barat, pada 17–18 Oktober 2026.
Kegiatan yang melibatkan Pembina Bonte Cari Pahala, Halimah Qodari, itu akan dipusatkan di Wisma Balai Perguruan Kartini, Jalan Kartini Nomor 10, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung. Program ini menjadi bagian dari peringatan 108 tahun Van Deventer School.
Pimpinan Roadshow Bonte Cari Pahala, aktor Chandra Wahyu, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus membangun kepedulian sosial melalui aksi nyata.
Menurut dia, kegiatan kemanusiaan tidak cukup berhenti pada ajakan untuk peduli. Kepedulian perlu diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang dapat dijangkau masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.
“Bagi kami, kepedulian harus hadir dalam tindakan. Kami ingin masyarakat tidak hanya mendengar ajakan untuk saling membantu, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung. Karena itu, kami membawa layanan ini lebih dekat kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Chandra.
Selama dua hari pelaksanaan, tim akan memberikan layanan sesuai dengan cakupan kegiatan dan kompetensi praktisi yang bertugas. Pelayanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami keluhan otot, persendian, serta keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Chandra mengatakan, kemampuan ekonomi tidak seharusnya menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kesempatan seseorang memperoleh bantuan untuk mengatasi keluhan fisik. Melalui pelayanan tanpa biaya, pihaknya ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya keselamatan penerima layanan. Masyarakat dengan keluhan berat, berkepanjangan, atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.
Pengalaman pribadi mendorong kepedulian Halimah Qodari
Dukungan Halimah Qodari terhadap Bonte Cari Pahala tidak terlepas dari pengalaman pribadinya. Ia pernah mengalami nyeri bahu yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Setelah menjalani terapi Bonte Treatment, ia mengaku merasakan perbaikan pada keluhan tersebut.
Pengalaman itu membuat Halimah memahami bahwa gangguan fisik dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas seseorang. Pada saat yang sama, ia melihat biaya layanan sebagai salah satu hambatan yang mungkin dihadapi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Pengalaman itu membuat saya melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih dekat. Keluhan fisik yang tampak sederhana pun bisa mengganggu keseharian. Sementara itu, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan yang mereka perlukan,” kata Halimah.
Ia menilai pengalaman pribadi tersebut perlu menjadi dorongan untuk memperluas kepedulian kepada orang lain, bukan semata-mata berhenti pada manfaat yang dirasakan sendiri.
“Ketika kita mempunyai kesempatan untuk membantu, kesempatan itu sebaiknya digunakan untuk membuka jalan bagi orang lain. Saya berharap semakin banyak masyarakat dapat memperoleh manfaat, terutama mereka yang selama ini terkendala biaya,” ujarnya.
Halimah dijadwalkan hadir pada Minggu, 18 Oktober 2026, untuk mendampingi tim dalam kegiatan tersebut. Ia merupakan istri Muhammad Qodari, yang berdasarkan keterangan penyelenggara menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Halimah berharap kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan melibatkan semakin banyak pihak dalam upaya memperluas pelayanan sosial.
Pelatihan gratis diarahkan pada pemberdayaan
Roadshow Bonte Cari Pahala 2026 tidak hanya menawarkan layanan gratis. Penyelenggara juga membuka kesempatan pelatihan tanpa biaya bagi masyarakat yang berminat mempelajari bidang kesehatan tradisional holistik.
Program pelatihan tersebut diarahkan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan peserta. Dalam jangka panjang, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal pengembangan diri maupun peluang ekonomi, dengan tetap memperhatikan kompetensi, keselamatan, dan batas kewenangan praktik.
Chandra mengatakan, manfaat kegiatan sosial perlu dipikirkan secara berkelanjutan. Penerima manfaat tidak hanya diharapkan memperoleh bantuan pada saat kegiatan berlangsung, tetapi masyarakat juga perlu mendapat ruang untuk belajar dan meningkatkan kapasitasnya.
“Kami ingin manfaat kegiatan ini tidak berhenti ketika roadshow selesai. Pelayanan gratis menjadi salah satu bentuk bantuan langsung, sedangkan pelatihan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan. Keduanya kami harapkan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang,” tutur Chandra.
Menurut dia, pelayanan dan pemberdayaan memiliki peran yang saling melengkapi. Pelayanan menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, sementara peningkatan keterampilan berpotensi membantu peserta membangun kemampuan untuk masa mendatang.
Namun, penyelenggaraan pelatihan juga perlu disertai pemahaman mengenai standar kompetensi dan tanggung jawab dalam memberikan layanan. Dengan demikian, keterampilan yang dikembangkan tidak hanya memberi manfaat bagi peserta, tetapi juga tetap memperhatikan keselamatan masyarakat yang kelak menerima pelayanan.
Bertepatan dengan 108 tahun Van Deventer School
Pelaksanaan Roadshow Bonte Cari Pahala di Bandung menjadi bagian dari rangkaian peringatan 108 tahun Van Deventer School. Penyelenggara berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Tim dijadwalkan tiba di Bandung pada Jumat, 16 Oktober 2026, untuk melakukan persiapan. Pada hari yang sama, tim juga dijadwalkan mengikuti wawancara di NBS Radio pada pukul 17.00 WIB.
Masyarakat Bandung dan sekitarnya diharapkan dapat memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan pelayanan. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran, jadwal layanan, serta persyaratan peserta dapat dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara.
Chandra berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lebih banyak komunitas dan pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan kegiatan kemanusiaan bukan hanya seberapa banyak orang yang hadir, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan dan bagaimana manfaat itu bisa berlanjut. Kami berharap gerakan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling membantu, belajar, dan tumbuh bersama,” kata Chandra.
Melalui kegiatan ini, Bonte Cari Pahala berupaya menggabungkan pelayanan langsung dengan pemberdayaan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut dapat berlangsung secara bertanggung jawab, menjangkau kelompok yang membutuhkan, dan memberikan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi kegiatan
– Program: Roadshow Bonte Cari Pahala 2026
– Kegiatan: Layanan kesehatan tradisional holistik gratis dan pelatihan gratis
– Tanggal: 17–18 Oktober 2026
– Lokasi: Wisma Balai Perguruan Kartini, Jalan Kartini Nomor 10, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat
– Kehadiran Halimah Qodari: Dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026
– Persiapan tim: Jumat, 16 Oktober 2026
– Agenda wawancara: NBS Radio, Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 17.00 WIB