23 Tahun Gebyar Nusantara, Fadli Zon Dorong Kampus Jadi Ruang Tumbuh Kebudayaan
BOGOR,Ballebale.com— Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri penutupan Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2026).
Fadli Zon mengapresiasi konsistensi IPB University, khususnya Kementerian Seni dan Budaya BEM KM IPB serta organisasi mahasiswa daerah, yang mampu mempertahankan Gebyar Nusantara selama 23 tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengapresiasi, menciptakan, sekaligus mengekspresikan keberagaman budaya Indonesia.
“Gebyar Nusantara telah berlangsung selama 23 tahun dan menjadi ruang apresiasi, kreasi, serta ekspresi budaya bagi generasi muda,” ujar Fadli.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam pemajuan kebudayaan sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Kebudayaan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional hingga berbagai bentuk kesenian.
Budaya Bukan Sekadar Warisan
Fadli menekankan, kekayaan budaya Indonesia tidak cukup hanya dikenali dan diwariskan. Kebudayaan juga perlu dikembangkan agar tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita perlu membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya,” katanya.
Ia pun mendorong perguruan tinggi menjadi salah satu ruang penting dalam menjaga kesinambungan kebudayaan melalui penelitian, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi generasi muda.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana mengatakan kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi kehormatan bagi keluarga besar IPB.
Menurut Deni, Gebyar Nusantara menunjukkan bagaimana mahasiswa dari berbagai daerah membawa identitas budaya masing-masing ke lingkungan kampus.
“Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, menari, dan cita rasa dari berbagai penjuru tanah air,” ujarnya.
Ia berharap kampus dapat terus menjadi ruang untuk menjaga, meneliti, dan mengembangkan kebudayaan bangsa sekaligus melahirkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya dan mampu bersaing secara global.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM IPB University Muhammad Abdan menyebut Gebyar Nusantara sebagai miniatur Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan sekitar 70 organisasi mahasiswa daerah di IPB yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.
“Gebyar Nusantara merupakan miniatur Indonesia karena mempertemukan berbagai budaya untuk saling mengenal, memahami, dan memperkuat hubungan,” kata Abdan.
Gebyar Nusantara 2026 berlangsung pada 5-27 September 2026. Beragam kegiatan digelar, mulai dari perlombaan, kostum, stan kebudayaan, kuliner Nusantara, Jelajah Nusantara hingga pemilihan Putra Putri Organisasi Mahasiswa Daerah.
Penutupan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Fadli Zon bersama perwakilan pimpinan IPB University dan penyelenggara.
Fadli berharap semangat kebudayaan yang tumbuh di kalangan mahasiswa terus dirawat melalui karya, kegiatan, dan kolaborasi, sehingga kebudayaan Indonesia semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.|Foto : Agung Panji