IMIFEST 2026 Hibur Warga, 1.081 Paspor Tumpah Ruah
Jakarta, Ballebale.com – Mengurus paspor biasanya identik dengan dokumen, verifikasi, wawancara, dan antrean. Namun, suasana berbeda hadir di kawasan Direktorat Jenderal Imigrasi, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Di tempat itu, urusan keimigrasian dikemas dalam suasana festival melalui Festival Imigrasi (IMIFEST X FINNET) 2026 bertema “Imigrasi untuk Rakyat”.
Bukan hanya layanan administrasi, masyarakat diajak menikmati akhir pekan melalui olahraga, permainan tradisional, kuliner UMKM, hiburan musik hingga berbagai aktivitas interaktif.
Yang menjadi salah satu magnet utama adalah layanan Pasporia IMIFEST 2026 yang menyediakan sebanyak 1.081 kuota paspor elektronik bagi masyarakat.
Layanan tersebut terdiri atas 781 kuota yang diperuntukkan bagi masyarakat umum melalui aplikasi M-Paspor dan 300 kuota layanan langsung bagi pemohon prioritas serta pemangku kepentingan.
Layanan paspor dibuka sejak pukul 06.00 WIB hingga rangkaian festival berakhir pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi resmi IMIFEST, masyarakat umum dapat datang menikmati festival tanpa tiket masuk, sementara pendaftaran khusus diperlukan bagi pemohon layanan Pasporia.
Ketika Pelayanan Publik Bertemu Suasana Festival
Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Sandi Andaryadi mengatakan IMIFEST dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan hiburan. Festival tersebut menjadi ruang bagi Imigrasi untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
“Di sini masyarakat juga bisa mendapatkan layanan paspor untuk seribu delapan puluh satu pendaftar. Mulai dari pelayanan olahraga sampai hiburan, semuanya ada,” kata Sandi kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP).
Menurut dia, suasana festival juga diperkuat dengan berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat, termasuk permainan tradisional, hadiah, serta bazar UMKM.
“Ada permainan tradisional tarik tambang yang gak kalah seru, doorprize menarik dan tentunya bazaar UMKM serta mitra imigrasi dengan berbagai produk kreatif,” ujarnya.
Sandi menuturkan kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat tidak harus selalu berlangsung dalam konteks layanan administratif. Interaksi publik juga dapat dibangun melalui kegiatan yang lebih santai dan terbuka.
“Karena sekarang imigrasi bukan cuma hadir ketika kita membutuhkan paspor atau layanan keimigrasian, tetapi juga hadir untuk berinteraksi, berkolaborasi dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Dari Paspor hingga Permainan Tradisional
Konsep IMIFEST 2026 dibuat dengan sejumlah ruang aktivitas yang mempertemukan pelayanan publik dengan aktivitas masyarakat.
Pada zona Main Sekampung, pengunjung dapat memainkan sejumlah permainan tradisional seperti gasing bambu, congklak, bakiak, egrang batok, tarik tambang hingga lompat karet.
Pengunjung yang mengikuti aktivitas tertentu juga dapat mengumpulkan cap pada stamp rally untuk ditukarkan dengan berbagai suvenir.
Sementara itu, zona Funtertainment menghadirkan permainan interaktif, kuis dan edukasi yang dikemas lebih ringan. Bagi masyarakat yang datang bersama keluarga, rangkaian tersebut memberikan pilihan aktivitas selain layanan paspor.
Kemeriahan juga diperkuat dengan sesi olahraga Zumba dan cardio bersama Rocca Space yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan dan peluncuran layanan Pasporia.
UMKM Ikut Mendapat Panggung
IMIFEST 2026 juga membuka ruang bagi pelaku usaha melalui ImmiBazaar & FoodTruck. Area tersebut menghadirkan UMKM binaan Imigrasi, UMKM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta mitra food truck. Sebanyak 4.000 voucher senilai Rp25.000 disiapkan untuk digunakan pengunjung pada stan UMKM dan food truck yang tersedia.
Dengan konsep tersebut, festival tidak berhenti pada layanan administrasi keimigrasian. Aktivitas ekonomi, komunitas dan hiburan turut ditempatkan dalam satu kawasan.
Panggung hiburan kemudian diisi dengan flashmob, pertunjukan Lenong Bocah bertajuk “Paspor Ceria: Petualangan Keliling Dunia”, serta penampilan musik dari Pasming Based, HIVI! dan The Flowers.
Doorprize juga disiapkan untuk menambah semarak acara. Sandi mengatakan rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
“IMIFEST 2026 membuktikan bahwa pelayanan publik juga bisa ditempuh dengan cara yang seru, hangat dan dekat dengan masyarakat,” kata Sandi.
Laman resmi IMIFEST menyebut kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat interaksi antara Imigrasi dan masyarakat, sekaligus menghadirkan layanan paspor elektronik pada akhir pekan dalam suasana yang lebih terbuka dan inklusif.
Dengan demikian, satu kawasan di Rasuna Said pada Minggu itu tidak hanya menjadi tempat masyarakat mengurus dokumen perjalanan. Tempat tersebut berubah menjadi ruang bertemunya layanan publik, olahraga, permainan, kuliner, kreativitas UMKM dan hiburan dalam satu panggung. (ELN)