Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/News/Anak Gunung Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Capai Tangsel, Ini Arah Sebarannya

Anak Gunung Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Capai Tangsel, Ini Arah Sebarannya

By Darmo Gandul
September 6, 2026

TANGERANG SELATAN,Ballebale.com — Erupsi Anak Gunung Krakatau kembali memicu kewaspadaan. Abu vulkanik hasil erupsi dilaporkan mencapai wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sementara berdasarkan analisis Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, arah pergerakan abu berbeda-beda sesuai ketinggian di atmosfer.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto, mengatakan pergerakan abu vulkanik sangat dipengaruhi kondisi angin pada masing-masing lapisan atmosfer.

“Pada lapisan sekitar 6 kilometer atau 20.000 kaki,” ungkap Hartanto, Minggu (6/9/2026).

Pada ketinggian tersebut, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10 knot. Sementara pada lapisan yang lebih tinggi, sekitar 15 kilometer atau 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 30 knot.

Perbedaan arah tersebut terjadi karena pola dan kecepatan angin tidak sama pada setiap lapisan atmosfer.

Dengan kondisi angin saat ini, sejumlah wilayah berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik, antara lain sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Potensi sebaran juga mencakup perairan di sekitar Selat Sunda dan Samudra Hindia.

Namun, BMKG mengingatkan bahwa terdeteksinya abu vulkanik di atmosfer tidak otomatis berarti seluruh wilayah tersebut akan mengalami hujan abu di permukaan.

“Keberadaan abu vulkanik di atmosfer tidak selalu berarti seluruh wilayah tersebut akan mengalami hujan abu di permukaan. Dampak yang dirasakan masyarakat sangat bergantung pada konsentrasi abu, kondisi cuaca, serta arah dan kecepatan angin di wilayah masing-masing,” jelas Hartanto.

Berpotensi Ganggu Penerbangan

Sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian serius bagi sektor penerbangan. Partikel abu dapat memengaruhi kinerja mesin pesawat sekaligus mengurangi jarak pandang.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, AIRNAV Indonesia menerbitkan pembaruan NOTAM terkait penutupan sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB.

Bagi masyarakat, abu vulkanik yang mencapai permukaan juga dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Paparan abu berpotensi menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan.

Aktivitas di luar ruangan juga dapat terganggu jika terjadi hujan abu. Selain jarak pandang yang menurun, abu dapat mengendap di berbagai permukaan.

Dari sisi kualitas udara, partikel abu yang sangat halus berpotensi menurunkan kualitas udara apabila konsentrasinya cukup tinggi dan mencapai permukaan.

Partikel tersebut dapat terhirup dan memicu gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Angin Bisa Mengubah Arah Sebaran

Hartanto menjelaskan, arah dan kecepatan angin menjadi faktor utama yang menentukan sejauh mana abu vulkanik dapat bergerak.

Jika angin bertiup cukup kencang, abu dapat menyebar lebih jauh dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Sebaliknya, hujan dapat membantu mengendapkan abu ke permukaan sehingga konsentrasinya di udara perlahan menurun.

Perubahan arah angin juga dapat sewaktu-waktu mengubah wilayah yang berpotensi terdampak.

“Sebaliknya, hujan dapat membantu mengendapkan abu ke permukaan sehingga konsentrasi abu di udara berangsur menurun. Selain itu, perubahan arah angin sewaktu-waktu dapat mengubah wilayah yang berpotensi terdampak,” papar Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi untuk mencegah partikel abu masuk ke dalam ruangan.

Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah setempat.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi dan sebaran abu vulkanik yang belum terverifikasi.

Tags:

AnakGunungKrakatauErupsiKrakatau
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Jaga Jakarta On The Spot: Polsek Bekasi Selatan Intensifkan KRYD Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Next

Pantau Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Bersama Instansi Terkait Patroli Kawasan Konservasi Gajah di Tebo*

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Mawar de Jongh dan Ardit Erwandha Bikin Salting, Persahabatan Karina-Raka Berujung Cinta?
  • Erick Thohir Kepincut 8 Karya Fotografi Tjandra Moh Amin, Spirit de Indonesia Tampilkan 48 Foto Istimewa
  • Album Kesepuluh MALIQ Dirayakan Lewat Pameran, Musik Bertemu Seni dan Lifestyle

Archives

  • November 2026 (104)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network