Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Mengenang Dian Pramana Poetra, Musisi yang Hidup Lewat Lagu-Lagunya

Mengenang Dian Pramana Poetra, Musisi yang Hidup Lewat Lagu-Lagunya

By Darmo Gandul
August 21, 2026

JAKARTA,Ballebale.com -|Nama Dian Pramana Poetra melekat dalam perjalanan musik Indonesia, terutama pada era ketika lagu-lagu bernuansa pop dan jazz tumbuh dengan karakter yang kuat. Bakat bermusiknya mengalir dari sang ayah yang juga seorang pemusik jazz. Dari sanalah, Dian menemukan ruang untuk mengekspresikan rasa melalui nada dan lirik.

Langkahnya di dunia musik mulai mendapat perhatian ketika mengikuti festival Lomba Cipta Lagu Remaja 1980. Lewat lagu Pengabdian, Dian berhasil meraih juara ketiga. Pencapaian itu menjadi salah satu penanda awal perjalanan panjangnya sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Dian kemudian dikenal lewat sejumlah kolaborasi, salah satunya bersama Deddy Dhukun. Keduanya tergabung dalam duo 2D dan melahirkan sejumlah karya yang hingga kini masih dikenang pencinta musik Indonesia. Lagu seperti Keraguan, Dor Dor Dor, Percaya atau Tidak, dan Semua Jadi Satu menjadi bagian dari warisan musikal mereka.

Sebelum bersama 2D, Dian juga pernah membentuk K3S atau Kelompok 3 Suara bersama Deddy Dhukun dan Bagoes A. Ariyanto. Trio tersebut sempat merilis beberapa album yang mendapat tempat di hati pendengar pada masanya.

Sebagai pencipta lagu, karya Dian juga dinyanyikan banyak penyanyi ternama. Dari Deddy Dhukun, January Christy, Tika Bisono, Utha Likumahuwa, Chrisye, Ruth Sahanaya, Hetty Koes Endang, hingga Broery Marantika. Lagu-lagu ciptaannya turut menjadi bagian dari perjalanan musik sejumlah penyanyi Indonesia.

Karya-karya seperti Bunga-Bunga Kerinduan, Kesan, Cinta Itu Terbuka, Haruskah, Kasmaran, Entah Mengapa, dan Untukmu memperlihatkan luasnya warna musikal yang ia tinggalkan.

Dian Pramana Poetra meninggal dunia pada 27 Desember 2018 dalam usia 57 tahun. Kepergiannya menyisakan duka, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang lebih panjang dari usia: lagu-lagu yang terus diputar, dinyanyikan, dan dikenang.

Musik memang memiliki cara sendiri untuk membuat seseorang tetap hadir. Meski penciptanya telah tiada, nada dan lirik yang pernah lahir dari hati dapat terus menemukan pendengarnya, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Itulah Dian Pramana Poetra. Ia mungkin telah pergi, tetapi jejak musiknya masih hidup mengalun dari satu generasi ke generasi berikutnya.|Foto : Istimewa.

Tags:

DianPramanaPoetraJazzIndonesiaMusikIndonesiaMusikPop
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Next

Gunung Sindur Genjot Ketahanan Pangan dari Balik Lapas

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Menjaga Sungai, Menanam Harapan: Satgas Damai Cartenz dan Warga Lepas Bibit Ikan di Sungai Wabu
  • Momen Langka, Dua Kepala Imigrasi Terbaik Bertemu di Tangerang
  • Patroli Dini Hari Brimob Metro Jaya Cegah Potensi Tawuran di Ciputat

Archives

  • November 2026 (115)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network