Airbus A380 Emirates Jadi Uji Kesiapan Layanan Aviasi Pertamina di Soekarno-Hatta
JAKARTA,Ballebale.com — Kedatangan Airbus A380 milik Emirates di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (8/8/2026), menjadi momentum bagi PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan kesiapan layanan aviasi dalam menangani pesawat berbadan besar.
Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta, Pertamina Patra Niaga melayani pengisian bahan bakar pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK359 rute Jakarta-Dubai. Sebanyak 92.901 liter avtur berhasil disalurkan dengan proses yang berlangsung aman dan lancar.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pelayanan pesawat berbadan besar seperti Airbus A380 tidak hanya membutuhkan ketersediaan avtur, tetapi juga kesiapan fasilitas, peralatan, sistem pengisian, serta personel.
“Melayani Airbus A380 bukan hanya mengenai ketersediaan avtur, tetapi juga kesiapan sistem pengisian secara menyeluruh. Semua aspek harus dipastikan berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kitty.
Untuk mendukung operasional pesawat wide body, AFT Soekarno-Hatta menggunakan hydrant dispenser dengan kemampuan alir sekitar 2.500-4.000 liter per menit (LPM). Kapasitas tersebut lebih tinggi dibandingkan hydrant dispenser untuk pesawat narrow body yang berada di kisaran 1.000-1.500 LPM dengan satu hose.
Menurut Kitty, kebutuhan bahan bakar yang besar pada pesawat wide body harus diimbangi dengan peralatan berkapasitas sesuai. Kesiapan sistem, fasilitas, dan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar pengisian dapat berlangsung efektif sekaligus aman.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas bahan bakar jenis Jet A-1 melalui pengawasan mutu dan prosedur yang ketat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan ketertelusuran bahan bakar selama proses pelayanan.
“Safety dan kualitas fuel tidak dapat dikompromikan. Pengalaman melayani A380 ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga reliability dan operational excellence layanan aviasi di Soekarno-Hatta,” kata Kitty.
Pengoperasian Airbus A380 di Soekarno-Hatta sekaligus memperlihatkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung penerbangan dalam menghadapi kebutuhan pesawat berbadan besar. Bagi Pertamina Patra Niaga, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan layanan aviasi di salah satu bandara tersibuk di Indonesia.