Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Obbie Messakh, Tak Pernah Kehabisan Cerita di Tengah Riuh Musik Indonesia
Entertainment

Obbie Messakh, Tak Pernah Kehabisan Cerita di Tengah Riuh Musik Indonesia

By Darmo Gandul
August 9, 2026

JAKARTA,Ballebale.com — Usia boleh terus bertambah, tetapi bagi Obbie Messakh, musik seperti memiliki cara sendiri untuk membuat waktu berhenti sejenak. Di usia 69 tahun, pencipta lagu sekaligus penyanyi ini masih menulis, bernyanyi, dan sesekali turun panggung menyapa para penikmat musik yang telah mengiringi perjalanan panjangnya.

Terbaru, Obbie kembali memperkenalkan karya berjudul “Mati Banya”, sebuah lagu berbahasa Papua yang dibalut nuansa musik etnik dari kawasan timur Indonesia. Bagi Obbie, karya ini bukan sekadar upaya memperpanjang perjalanan bermusik. Ia ingin menghadirkan warna lain ke dalam khasanah musik Indonesia.

“Mati Banya” berkisah tentang kerinduan sepasang kekasih yang tak sempat berujung pada janji. Sang lelaki berharap segera mengikat hubungan dengan perempuan yang dicintainya. Namun, sebelum harapan itu terwujud, sang kekasih lebih dahulu menikah dengan orang lain.

Kesedihan itu tergambar dalam penggalan lirik yang menjadi bagian dari lagu tersebut.

“Ancor kaka pung hati babaca undangan biru, sa minggu lagi ade ko mau mengikat janji deng orang lain.”

Ada luka, ada penantian, sekaligus ada kenyataan yang harus diterima. Tema semacam itu sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Obbie. Sepanjang kariernya, kisah cinta, kehilangan, kerinduan, dan penyesalan memang kerap menjadi bahan bakar kreativitasnya.

Namun, kali ini ia memilih menyampaikannya melalui warna musik yang berbeda.

“Semoga lagu ini bisa menambah khasanah musik Indonesia dan bisa diterima masyarakat,” ujar Obbie ketika ditemui di Black Cafe, Glodok Plaza, Jakarta, Sabtu (8/8), saat menghadiri reuni bersama sejumlah rekan musisi alumni Glodok.

Di tengah kesibukan generasi baru memenuhi panggung musik, Obbie masih memiliki ruangnya sendiri. Ia mengaku kegiatan manggung secara off air masih berjalan. Dalam sebulan, tak jarang ia mendapat sekitar 10 kali pertunjukan.

Bagi Obbie, kesempatan itu bukan semata-mata soal pekerjaan. Ada rasa syukur karena setelah melewati perjalanan panjang, musik masih menjadi bagian dari hidupnya.

“Puji Tuhan, hingga saat ini saya masih diberi kesehatan dan kegiatan bermusik masih terus jalan,” katanya.

Perjalanan Obbie memang tidak pendek. Lahir di Jakarta pada 26 April 1957 dengan nama Thobias Messakh, ia merupakan keturunan Rote, Nusa Tenggara Timur. Namanya mulai dikenal di blantika musik nasional sejak 1980-an, baik sebagai penyanyi maupun pencipta lagu.

Sejumlah karyanya kemudian menjadi bagian penting dari ingatan musik populer Indonesia. Lagu-lagu ciptaannya pernah dipopulerkan penyanyi seperti Betharia Sonata, Ratih Purwasih, Helen Sparingga hingga Chrisye.

“Hati yang Luka”, misalnya, pernah menjadi fenomena besar ketika dinyanyikan Betharia Sonata. Lagu tersebut bahkan sempat dicekal pada era Orde Baru karena dianggap terlalu “cengeng”.

Sementara “Kisah Kasih di Sekolah” yang dipopulerkan Chrisye juga menjadi salah satu karya yang terus dikenang hingga kini. Begitu pula “Antara Benci dan Rindu”, “Antara Cinta dan Dusta”, serta sejumlah lagu lain yang pernah mengisi kaset, radio, dan televisi pada zamannya.

Obbie sendiri muncul di industri musik nasional pada 1983. Ia kemudian merilis sejumlah album, antara lain Kau dan Aku Satu, Akhirnya Ku Jatuh Cinta, Aduh Rindu, Kisah Kasih di Sekolah, hingga berbagai karya lainnya.

Lebih dari tiga dekade kemudian, produktivitas itu rupanya belum berhenti. Obbie menyebut telah menciptakan lebih dari 300 lagu. Dari jumlah tersebut, hampir 10 persen di antaranya pernah menjadi hit.

Angka itu bukan sekadar catatan perjalanan karier. Bagi Obbie, setiap lagu memiliki cerita dan zamannya sendiri.

Kini, ketika musik dapat didengarkan melalui berbagai platform digital, karya-karya lama maupun barunya kembali menemukan kemungkinan untuk bertemu dengan generasi yang berbeda.

“Mati Banya” menjadi salah satu langkah terbaru Obbie untuk terus berjalan bersama musik. Lagu tersebut telah tersedia di berbagai platform digital.

Di usia yang tak lagi muda, Obbie seperti sedang menunjukkan bahwa berkarya bukan perkara mengejar usia. Selama masih ada cerita, selama hati masih memiliki sesuatu untuk disampaikan, lagu akan selalu menemukan jalannya.

Dan bagi seorang pencipta lagu, mungkin itulah cara paling sederhana untuk tetap hidup di tengah perubahan zaman: terus menulis, terus bernyanyi, dan membiarkan lagu menjadi kenangan yang tak lekang.

Tags:

MatiBanyaMusikIndonesiaObbieMessakh
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Reuni AKABRI 91 35 Tahun Mengabdi Untuk Negeri

Next

Ketika Hidup Ingin Diperbaiki, Seberapa Jauh Kita Berani Melangkah

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Dari Busan ke Jakarta, Laut Bercerita Siap Temui Penonton Indonesia
  • Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, Fadli Zon: Bukan Sekadar Memulihkan Bangunan
  • Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan
  • POLRI-AFP PERKUAT KERJA SAMA HADAPI KEJAHATAN TRANSNASIONAL DALAM SOM KE-14 DI BALI
  • Papua Barat Jadi Ruang Pengabdian dan Pengembangan Kepemimpinan Wakapolda Polwan

Archives

  • September 2026 (496)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network