MTN Seni Budaya Diperkuat, Talenta Indonesia Disiapkan Tembus Panggung Dunia
JAKARTA,Ballebale.com — Menjadi seniman tidak hanya soal bakat. Di balik karya yang mampu menembus panggung internasional, ada proses panjang untuk belajar, berlatih, berkarya, dan mendapatkan ruang untuk berkembang.
Kesadaran itulah yang mendorong Kementerian Kebudayaan memperkuat implementasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan, mulai dari pembibitan hingga rekognisi di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya itu diperkuat melalui Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya yang digelar bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Mengusung tema “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem talenta seni budaya yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra mengatakan, pengembangan talenta seni budaya tidak dapat dilakukan secara parsial. Setiap talenta membutuhkan jalur pengembangan yang jelas dan berkesinambungan.
“MTN Seni Budaya dirancang sebagai sebuah perjalanan talenta yang berkelanjutan dan holistik, bukan sekadar program parsial,” ujar Ahmad.
Menurut dia, perjalanan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, pengembangan kapasitas, fasilitasi berkarya, hingga rekognisi internasional.
“Dengan demikian, seni dan budaya menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menjembatani talenta dan ruang berkarya
MTN merupakan strategi nasional untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terukur dan berkelanjutan di bidang penelitian dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.
Khusus bidang seni budaya, Kementerian Kebudayaan mengembangkan MTN sebagai ekosistem yang menghubungkan pendataan, pelatihan, fasilitasi berkarya, peningkatan kapasitas, perluasan akses, hingga rekognisi nasional dan internasional.
Sejak didirikan, MTN Seni Budaya telah menjangkau puluhan ribu talenta di berbagai wilayah Indonesia. Program ini juga menggandeng ratusan kolaborator, mulai dari sanggar dan komunitas hingga festival serta pasar.
Sejumlah talenta yang mengikuti program tersebut bahkan telah mendapat kesempatan tampil di berbagai panggung internasional.
Road to Talent Fest 2026 turut memperlihatkan keragaman talenta yang tumbuh dalam ekosistem tersebut. Pertunjukan Tari Tradisi Betawi Kontemporer ditampilkan Niear Syahrani Putri dan Salsabilla.
Musisi Endah N Rhesa juga tampil, termasuk berkolaborasi dengan penembang Macapat Tatik. Sementara itu, sineas Khozy Rizal berbagi pengalaman mengenai proses kreatif, konsistensi berkarya, serta upaya membawa identitas budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.
Tidak hanya pertunjukan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi praktik baik implementasi MTN Seni Budaya.
Diskusi menghadirkan Ketua Dewan Kesenian Jakarta sekaligus Pendiri Lab Teater Ciputat Bambang Prihadi, musisi sekaligus Tim Ahli MTN Bidang Seni Budaya Aristofani Fahmi, serta penulis, novelis, dan penerjemah Dewi Kharisma Michellia.
Pembahasan menyoroti pentingnya kesinambungan pelatihan, keterhubungan program lintas sektor, penguatan peran komunitas, serta perluasan akses talenta terhadap ruang belajar, produksi, apresiasi, dan jejaring profesional.
Menuju Talent Fest 2026
Road to Talent Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian menuju Talent Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun.
Kementerian Kebudayaan berharap kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat ekosistem talenta nasional.
Dengan ekosistem yang semakin terhubung, talenta seni budaya diharapkan tidak hanya memiliki kesempatan untuk belajar dan berkarya, tetapi juga memperoleh akses menuju ruang apresiasi dan jejaring profesional yang lebih luas.
Pada akhirnya, pengembangan talenta seni budaya bukan sekadar mencetak seniman berprestasi. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, dan mampu berbicara di panggung dunia.|Foto Heri Budi Santoso