Indonesia Kembali ke Panggung Asia, Taekwondo Internasional Bergema dari Senayan
JAKARTA,BalleBale.com— Setelah hampir dua dekade absen menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo internasional, Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di panggung olahraga Asia. Sebanyak 531 atlet dari 36 negara berkumpul di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, mengikuti 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, ajang bergengsi berstatus World Taekwondo (WT) G2 yang berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Atmosfer pembukaan, Minggu (2/8), berlangsung semarak. Defile bendera negara peserta, atraksi poomsae, pertunjukan tim Woosuk University Korea Selatan, hingga teatrikal bertema taekwondo menghadirkan nuansa persahabatan yang melampaui sekadar kompetisi.
Momentum pembukaan juga diwarnai penyematan dobok dan sabuk kehormatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Richard Tampubolon. Penyematan tersebut menandai bergabungnya Erick sebagai bagian dari keluarga besar taekwondo Indonesia.
Tak hanya itu, Menpora juga menerima sertifikat DAN Kukkiwon Kehormatan dari Presiden Asian Taekwondo Union (ATU), Kim Sang-jin, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap perkembangan olahraga taekwondo.
Bersama para pejabat dan tamu kehormatan, Erick kemudian meresmikan pembukaan kejuaraan secara simbolis melalui prosesi hitung mundur yang menandai dimulainya pertandingan.
Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita yang mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan PBTI sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Ia mengungkapkan, Indonesia berhasil memperoleh kepercayaan menjadi tuan rumah setelah melalui proses bidding yang kompetitif di Korea Selatan pada 2025. Sejumlah negara seperti Malaysia, India, dan negara Asia lainnya turut mengajukan diri sebagai penyelenggara.
“Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union ini kami jawab dengan penyelenggaraan yang penuh tanggung jawab. Ini bukan hanya kebanggaan bagi taekwondo Indonesia, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” ujar Tandyo.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang aman sekaligus mampu menjadi destinasi sport tourism berskala internasional.
Lebih jauh, ia menyebut kejuaraan ini sebagai tonggak penting kebangkitan taekwondo nasional. Selain menjadi penyelenggaraan internasional terbesar dalam sejarah taekwondo Indonesia, ajang ini juga membuka kembali jalan bagi Indonesia untuk lebih sering dipercaya menggelar kejuaraan dunia.
“Hari ini menjadi tonggak penting perkembangan taekwondo di Indonesia sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang berkualitas,” katanya.
Tandyo pun mengajak seluruh atlet menjadikan kejuaraan ini bukan semata-mata ajang mengejar medali, melainkan ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, saling menghormati, serta mempererat persahabatan antarbangsa.
Di Senayan, kemenangan memang akan ditentukan di atas matras. Namun lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi simbol kembalinya Indonesia sebagai rumah bagi olahraga dunia tempat prestasi, persahabatan, dan diplomasi olahraga bertemu dalam satu arena.|Foto : Andre Kemenpora.